Kamis, 19 April 2012

NERACA LABA RUGI DAN LAPORAN PERUBAHAN MODAL


                                        NERACA LABA RUGI

 Pengertian Neraca dan Perhitungan Rugi Laba

Neraca biasa didefinisikan sebagai laporan yang menggambarkan keadaan keuangan pada suatu tanggal tertentu. Keadaan keuangan yang dimaksud merupakan daftar yang sistematis tentang berapa harta yang dimiliki perusahaan, berapa hutang serta berapa modal dari suatu perusahaan.
Perhitungan rugi-laba didefinisikan sebagai ringkasan dari pendapatan dan beban sebuah perusahaan dalam suatu periode tertentu, misalnya sebulan atau setahun.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam neraca dan perhitungan rugi-laba yaitu:
1. Nama perusahaan. Setiap neraca harus mencantumkan nama perusahaan yang memilikinya, sehingga dengan demikian neraca dan perhitungan rugi-laba tersebut barulah mempunyai arti.
2. Nama laporan. Setiap laporan harus ada namanya. Dalam hal ini laporan yang sedang kita buat adalah neraca dan perhitungan rugi-laba.
3. Tanggal tertentu. Setiap neraca harus tercantum tanggal pada saat keadaan keuangan tersebut dilaporkan. Biasanya neraca disusun setiap akhir periode akuntansi. Perhitungan rugi-laba harus mencantumkan suatu periode tertentu yang memberikan informasi mengenai jangka waktu operasi perusahaan selama periode yang dilaporkan.
4. Isi neraca. Neraca berisi daftar yang sistematis dari jenis-jenis harta, hutang dan modal. Perkiraan rugi-laba mula-mula rincian pendapatan usaha pokok, rincian harga pokok penjualan, rincian beban usaha, rincian pendapatan dan beban lain-lain dan kemudian diperoleh laba/rugi bersih sebelum pajak penghasilan.
5. Jumlah harta = jumlah utang + jumlah modal. Harta yang dimiliki suatu perusahaan bias berasal dari pinjaman atau utang.

Tujuan pembuatan neraca dan perhitungan rugi-laba
Neraca merupakan salah satu laporan yang paling penting dari suatu perusahaan. Tujuan pembuatan neraca antara lain:
1. Untuk mengetahui berapa harta kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan pada suatu saat tertentu, berapa utang dan berapa modal perusahaan pada saat yang bersamaan.
2. Diharuskan dalam un dang-undang No. 6 tahun 1983.
3. Dengan menganalisis hubungan diantara pos-pos/ unsure-unsur dari neraca, maka para kreditur, penanam modal dan pihak-pihak lain yang berkepentingan dapat mempelajari antara lain:
• Kemampuan dari perusahaan tersebut di dalam melunasi kewajiban-kewajibannya, baik jangka pendek maupun jangka panjang pada saat kewajiban-kewajiban tersebut jatuh tempo.
• Kemampuan untuk mendapatkan laba.
• Kecenderungan perusahaan pada masa yang akan datang.
Tujuan penyusunan perhitungan rugi-laba adalah untuk member gambaran mengenai hasil usaha (berapa besar laba/rugi yang diperoleh) perusahaan dalam suatu periode tertentu. Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba akan dipergunakan untuk mengukur kemampuan dan pertumbuhan.


PERUBAHAN MODAL

 Laporan Perubahan Modal (statement of equity
Laporan perubahan modal adalah salah satu laporan keuangan dalam akuntansi yang menggambarkan bertambahnya atau berkurangnya modal suatu perusahaan akibat dari laba atau rugi yang diterimLaporan Kualitas Aktiva Produktif


SUMBER:

http://ilmumanajemen.wordpress.com/2007/08/08/modal-kerja/laporan-perubahan-modal/

www.goggle.com

LAPORAN KEUANGAN





Pengertian Laporan Keuangan


Add captio
       Pengertian laporan keuangan menurut Baridwan (1992 : 17) laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama dua tahun buku yang bersangkutan. Menurut Sundjaja dan Barlian (2001 : 47) laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan.
Sedangkan definisi laporan keuangan menurut Munawir (1991 : 2) laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan.

Dapat disimpulkan laporan keuangan adalah laporan akuntansi utama yang mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Pengertian laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan:
“Laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti misal, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misal informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga”
Dari pengertian diatas laporan keuangan dibuat sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan yang lengkap, dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas-tugas yang dibebankan kepada manajemen.
Penyusunan laporan keuangan disiapkan mulai dari berbagai sumber data, terdiri dari faktur-faktur, bon-bon, nota kredit, salinan faktur penjualan, laporan bank dan sebagainya. Data yang asli bukan saja digunakan untuk mengisi buku perkiraan, tetapi dapat juga dipakai untuk membuktikan keabsahan transaksi.

sumber:


http://aminahhumairoh.wordpress.com

Selasa, 20 Maret 2012


Pengertian Bank Dan Ruang Lingkupnya
a.Pengertian Bank
Pengertian Bank, Secara umum bank adalah suatu badan usaha yang memiliki wewenang dan fungsi untuk untuk menghimpun dana masyarakat umum untuk disalurkan kepada yang memerlukan dana tersebut
Bank Menurut H. Malayu S.P. Hasibuan yaitu:
Bank umum adalah lembaga keuangan, pencipta uang, pengumpul dana dan penyalur
kredit, pelaksana lalu lintas pembayaran, stabilisator moneter sertas dinamisator
pertumbuhan perekonomian.
Pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 Tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Dari pengertian bank menurut Undang-undang Negara Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 1998 dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu menghimpun dana, menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank lainnya. Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito. Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat agar lebih senang menabung. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat. Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut.
b.Fungsi dan Peranan Bank
Fungsi Bank
1. Penghimpun dana Untuk menjalankan fungsinya sebagai penghimpun dana maka bank memiliki beberapa sumber yang secara garis besar ada tiga sumber, yaitu:
a. Dana yang bersumber dari bank sendiri yang berupa setoran modal waktu pendirian.
b. Dana yang berasal dari masyarakat luas yang dikumpulkan melalui usaha perbankan seperti usaha simpanan giro, deposito dan tabanas.
c. Dana yang bersumber dari Lembaga Keuangan yang diperoleh dari pinjaman dana yang berupa Kredit Likuiditas dan Call Money (dana yang sewaktu-waktu dapat ditarik oleh bank yang meminjam) dan memenuhi persyaratan. Mungkin Anda pernah mendengar beberapa bank dilikuidasi atau dibekukan usahanya, salah satu penyebabnya adalah karena banyak kredit yang bermasalah atau macet.
2. Penyalur dana-dana yang terkumpul oleh bank disalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pemberian kredit, pembelian surat-surat berharga, penyertaan, pemilikan harta tetap.
3. Pelayan Jasa Bank dalam mengemban tugas sebagai “pelayan lalu-lintas pembayaran uang” melakukan berbagai aktivitas kegiatan antara lain pengiriman uang, inkaso, cek wisata, kartu kredit dan pelayanan lainnya.

Peran Bank
Dalam menjalankan kegiatannya bank mempunyai peran penting dalam sistem keuangan, yaitu :
1. Pengalihan Aset (asset transmutation)
Yaitu pengalihan dana atau aset dari unit surplus ke unit devisit. Dimana sumber dana yang diberikan pada pihak peminjam berasal pemilik dana yaitu unit surplus yang jangka waktunya dapat diatur sesuai dengan keinginan pemilik dana. Dalam hal ini bank berperan sebagai pangalih aset yang likuid dari unit surplus (lender) kepada unit defisit (borrower).
2. Transaksi (transaction)
Bank memberikan berbagai kemudahan kepada pelaku ekonomi untuk melakukan transaksi. Dalam ekonomi modern, trnsaksi barang dan jasa tidak pernah terlepas dari transaksi keuangan. Untuk itu produk-produk yang dikeluarkan oleh bank (giro, tabungan, depsito, saham dan sebagainya)merupakan pengganti uang dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran.
3. Likuiditas (liquidity)
Unit surplus dapat menempatkan dana yang dimilikinya dalam bentuk produk-produk berupa giro, tabungan, deposito, dan sebagainya. Produk-produk tersebut masing-masing mempunyai tingkat likuiditas yang berbeda-beda. Untuk kepentingn likuiditas para pemilik dana dapat menempatkan dananya sesuai dengan kebutuhan dan kepentingannya. Dengan demikian bank memberikan fasilitas pengelolaan likuiditas kepada pihak yang mengalami surplus likuiditas dan menyalurkannya kepada pihak yang mengalami kekurangan likuiditas.
4. Efisiensi (efficiency)
Peranan bank sebagai broker adalah menemukan peminjam dan pengguna modal tanpa mengubah produknya. Disini bank hanya memperlancar dan mempertemukan pihak-pihak yang saling membutuhkan. Adanya informasi yang tidak simetris (asymmetric information) antara peminjam dan investor menimbulkan masalah insentif. Peran bank menjadi penting untuk memecahkan masalah insentif tersebut. Untuk itu jelas peran bank dalam hal ini yaitu menjembatani dua pihak yang saling berkepentingan untuk menyamakan informasi yang tidak sempurna, sehingga terjadi efisiensi biaya ekonomi.
 

Bank SebagaiLembaga Keuangan

Bank sebagai lembaga keuangan memiliki fungsi sebagai lembaga intermediasi antara pihak yang memiliki kelebihan likuiditas baik itu dunia usaha, pemerintah, dan rumah tangga dengan pihak yang mengalami kekurang likuiditas yaitu dunia usaha, pemerintah, dan rumah tangga. Peran sebagai intermediasi inilah yang membuat bank sangat berperan dalam mendukung segala kegiatan ekonomi suatu negara dalam pencapaiannya.


Dana yang dikumpulkan pihak bank dari pihak yang memiliki kelebihan likuiditas tersebut akan disalurkan kembali oleh bank kepada pihak yang mengalami kekurangan likuiditas. Dalam proses penyaluran tersebut bank harus melakukan berbagai proses yang mesti dilakukan supaya dana yang disalurkan dapat memberikan hasil baik bagi bank maupun bagi nasabah yang menyimpan dananya di bank.

Bank sebagai Agent Of Development
Yaitu lembaga yang memobilisasi dana untuk pembangunan ekonomi. Kegiatan bank berupa penghimpun dan penyalur dana sangat diperlukan bagi lancarnya kegiatan perekonomian di sektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan kegiatan investasi, kegiatan distribusi, serta kegiatan konsumsi barang dan jasa, mengingat bahwa kegiatan investasi , distribusi dan konsumsi tidak dapat dilepaskan dari adanya penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian suatu masyarakat


sumber :
http://blognyamyun.blogspot.com/2008/08/karakteristik-perbankan-pengertian.html
http://arispermana.wordpress.com/2011/03/08/pengertian-bank/
http://boele21.wordpress.com/2011/03/22/fungsi-dan-peranan-bank-secara-umum/
http://putracenter.net/tag/fungsi-dan-peranan-bank-umum/
http://mahmalrizka.blogspot.com/2008/04/bank-sebagai-lembaga-keuangan.html


Senin, 14 November 2011

BAB IX - SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN



SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN
Sistem akuntansi pembelian digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang yang diperlukan oleh perusahaan. Transaksi pembelian digolongkan menjadi 2, yaitu pembelian lokal dan import. Pembelian lokal adalah pembelian dari pemasok dalam negeri sedangkan impor adalah pembelian dari pemasok luar negeri.
Beberapa fungsi yang terkait dalam sistem akuntansi pembelian, antara lain fungsi gudang, fungsi pembelian, fungsi penerimaan dan fungsi akuntansi. Masing-masing fungsi mempunyai tanggung jawab yang berbeda. Fungsi gudang bertanggungjawab mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang dan untuk menyimpan barang yang diterima oleh fungsi penerimaan, fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memeroleh informasi mengenai harga barang, menentukan pemasok dan mengeluarkan order, Fungsi penerimaan bertanggungjawab melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas barang yang diterima dari pemasok, sedangkan dalam fungsi akuntansi ,terdapat 2 fungsi yaitu fungsi pencatat uang dan fungsi pencatat persediaan yang masing-masing memiliki tanggung ajwab yang berbeda, fungsi pencatat uang bertanggung jawab mencatat transaksi pembelian ke register bukti kas keluar dan untuk fungsi pencatat persediaan bertanggung jawab untuk mencatat harga pokok persediaan ke dalam kartu persediaan.

Secara garis besar transaksi pembelian mencakup beberapa prosedur, yakni :
a. Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian. Dasar dari permintaannya adalah saldo persediaan suatu barang, bila saldo mendekati jumlah minimum, maka bagian gudang segera membuat permintaan pembelian.
b. Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan pemilihan pemasok, kemudian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih. Order pembelian dibuat rangkap empat (4), lembar pertama untuk pemasok, lembar kedua untuk gudang, lembar ketiga untuk voucher, lembar keempat untuk arsip.
c. Fungsi penerimaan memeriksa dan menerima barang yang dikirim oleh pemasok, menyerahkan barang yang diteima kepada fungsi gudang untuk disimpan, dan melaporakan penerimaan barang kepada fungsi akuntansi
d. Fungsi akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktur dari pemasok tersebut, fungi akuntansi mencatat kewajiban yang timbul dari transaksi pembelian.
JARINGAN PROSEDUR YANG MEMBENTUK SISTEM AKUNTANSI PEMBELIAN
Jaringan Prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian adalah :
  • Prosedur permintaan pembelian: Fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian
  • Prosedur permintaan penawaran harga dan pemilihan pemasok: Fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penaaran harga kepaa para pemasok untuk memeroleh informasi menganai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain.
  • Prosedur order pembelian: Fungsi pembelian mengirim surat order pembelian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit organisasi lain dalam perusahaan mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan perusahaan.
  • Prosedur penerimaan barang: Fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kuantitas, dan mutu barang yang diterima lalu membuat laporan penerimaan barang.
  • Prosedur pencatatan utang: Fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembelian dan faktur dari pemasok dan mengarsip dokumen dan mencatatnya sebagai utang.
  • Prosedur distribusi pembelian: Meliputi distibusi rekening yang didebit dari transaksi pembelian untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.
INFORMASI YANG DIPERLUKAN OLEH MANAJEMEN
Informasi yang diperlukan oleh manajemen adalah :
  • Jenis pesediaan yang telah mencapai titik pemesanan kembali
  • Order pembelian yang dikirim kepada pemasok
  • Order pembelian yang telah dipenuhi oleh pemasok
  • Total saldo utang dagang pada tanggal tertentu
  • Saldo utang dagang kepada pemasok tertentu
  • Tambahan kuantitas dan harga pokok persediaan dari pembelian
  • Daftar harga barang dagangan, atau daftar bahan baku yang relatif penting
  • Kontrak pembelian dan realisasinya
DOKUMEN YANG DIGUNAKAN
Dokumen yang digunakan adalah :
  • Surat permintaan pembelian
  • Surat permintaan penawaran harga
  • Surat order pembelian
  • Laporan penerimaan barang
  • Surat perubahan order
  • Bukti kas keluar
CATATAN AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN
Catatan akuntansi yang digunakan adalah :
  • Register buku kas keluar
  • Jurnal pembelian (Register Pembelian)
  • Kartu utang
  • Kartu persediaan
UNSUR PENGENDALIAN INTERN
            Unsur pengendalain intern dirancang untuk mencapai tujuan pokok pengendalain intern akuntansi, yaitu menjaga kekayaan (persediaan) dan kewajiban perusahaan (utang dagang atau bukti kas keluar yang akan dibayar), menjamin ketelitian dan keandalan data akuntansi (utang dan persediaan). Unsur pokok sistem pengendalian intern terdiri dari organisasi, sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, dan praktik yang sehat.
1. Organisasi
  • Fungsi pembelian harus terpisah dari fungsi penerimaan.
  • Fungsi pembelian harus terpisah dari fungsi akuntansi.
  • Fungsi penerimaan harus terpisah dari fungsi penyimpanan barang.
  • Transaksi pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi gudang, fungsi pembelian, fungsi penerimaan dan fungsi akuntansi. Tidak ada transaksi pembelian yang dilaksanakan secara lengkap oleh hanya satu bagian dari fungsi tersebut.
2. Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
  • Surat permintaan pembelian diotorisasi oleh fungsi gudang, untuk barang yang disiman dalam gudang, oleh atau fungsi pemakai barangm untuk barang yang langsung pakai.
  • Surat order pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian atau pejabat yang lebih tinggi
  • Laporan penerimaan barang diotorisasi oleh fungsi penerimaan barang
  • Bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi atau pejabat yang lebih tinggi
  • Penctatan terjadinya utang didasarkan pada bukti kas keluar yang didukung dengan surat order pembelian, laporan penerimaan barang, dan faktur dari pemasok
  • Pencatatan ke dalam kartu utang dengan register bukti kas keluar diotorisasi oleh fungsi akuntansi
3. Praktik yang sehat
  • Surat permintaan pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabka oleh fungsi gudang
  • Surat order pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian
  • Laporan penerimaan barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi penerimaan
  • Pemasok dipilih berdasarkan jawaban penawaran harga bersaing dari berbagai pemasok
  • Barang hanya diperiksa dan diterima oleh fungsi penerimaan jika fungsi ini telah menerima tembusan surat order pembelian dari fungsi pembelian
  • Fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan barang yang diterima dari pemasok dengan cara menghitung dan mengisnpeksi barang tersebut dan membandingkannya dengan tembusan surat order pembelian
  • Terdapat pengecekan terhadap harga, syarat pembelian dan ketelitian perkalian dlam faktur dari pemasok sebelum faktur tersebut diproses untuk dibayar
  • Catatan yang berfungsi sebagai buku pembantu utang secara periodik direkonsiliasi dengan rekening control utang dalam buku besar
  • Pembayaran faktur dari pemasok dilakukan sesuai dengan syarat pembayaran guna mencegah hilangnya kesempatan untuk memperoleh potongan tunai
  • Bukti kas keluar beserta dokumen pendukungnya dicap “lunas” oelh fungsi pengeluaran kas setelah cek dikirimkan kepada pemasok.
BUKTI TRANSAKSI YANG DIGUNAKAN
Bukti Transaksi yang digunakan meliputi :
  • Permintaan Pembelian. Bukti ini datang dari bagian yang membutuhkan barang, atau dari gudang, tergantung sitem yang berlaku
  • Permintaan Daftar Harga. Bagian pembelian biasanya secara periodik meminta daftar harga barang kepada pemasok atau daftar pemasok
  • Pesanan/Oder pembelian.Bila pemasok tersebut sudah dapat dipilih, maka bagian pembelian akan menertbitkan pesanan/ oder pembelian.
  • Laporan penerimaan barang. Bila barang sudah datang, bagian penerimaan barang akan menerima barang, mengecek kuanitas dan kualitas barang, kemudian menerbitkan laporan penerimaan barang.
  • Faktur dari pemasok. Bila barang yang dipesan sudah datang, biasanya pemasok segera mengirimkan faktur.
  • Voucher Utang. Bila seluruh dokumen diatas sudah lengkap dan benar, kemudian diterbitkan voucher utang. Dokumen ini merupakan surat perintah untuk membayar sejumlah tertentu, kepada pihak tertentu dan waktu tertentu.
SISTEM AKUNTANSI UTANG
SISTEM RETUR PEMBELIAN
Barang yang sudah diterima dari pemasok adakalanya tidak sesuai dengan barang yang dipesan menurut surat order pembelian. Ketidaksesuaian tersebut terjadi kemungkinan karena barang yang diterima tidak cocok dengan spesifikasi yang tercantum dalam surat order pembelian, barang mengalami kerusakan dalam pengiriman, atau barang diterima melewati tanggal pengiriman yang dijanjikan oleh pemasok.
Ada beberapa fungi yang terkait dalam sistem retur pembelian, masing-masing fungsi mempunyai tanggungjawab masing-masing, antara lain :
  • Fungsi Gudang: Bertanggungjawab menyerahkan barang kepaa fungsi pengiriman seperti yang tercantum dalam tembusan memo debit yang diterima dari fungsi pembelian
  • Fungsi Pembelian: Bertanggung jawab untuk mengeluarkan memo debit untuk retur pembelian
  • Fungsi Pengiriman: Bertanggungjawab mengirimkan kembali barang kepada pemasok sesuai dengan perintah retur pembelian dalam memo debit yang diterima dari fungsi pembelian
  • Fungsi Akuntansi: Bertanggungjawab mencatat transaksi retur pembelian dalam jurnal retur pembelian atau jurnal umum, berkurangnya harga pokok persediaan karena retur pembelian dalam kartu persediaan, berkurangnya utang yang timbul dari transaksi retur pembelian dalam arsipbukti kas keluar yang belum dibayar atau dalam kartu utang.
Dokumen yang digunakan dalam sistem retur pembelian adalah memo debet dan laporan pengiriman barang. Memo debit merupakan formulir yang diisi oleh fungsi pembeliam yang memberikan otorisasi bagi fungsi pengiriman untuk mengirimkan kembali barang yang telah dibeli oleh perusahaan dan bagi fungsi akuntansi untuk mendebit rekening utang karena transaksi retur pembelin. Laporan penerimaan barang dibuat oleh fungsi oengiriman untuk melaporkan jenis dan kuantitas barang yang dikirimkan kembali kepada pemasok sesuai dengan perinth retur pembelian dalam memo debit adalam fungsi pembelian.
CATATAN AKUNTANSI YANG DIGUNAKAN DALAM SISTEM RETUR PEMBELIAN
· Jurnal retur pembelian atau jurnal umum
Digunakan untuk mencatat transaksi retur penjualan yang mengurangi jumlah persediaan dan utang dagang
· Kartu persediaan
Digunakan untuk mencatat berkurangnya harga pokok persediaan karena dikembalikannya barang yang telah dibeli kepada pemasoknya
· Kartu utang
Digunakan untuk mencatat berkurangnya utang kepada debitur akibat pengembalian barang kepadanya
JARINGAN PROSEDUR YANG MEMBENTUK SISTEM RETUR PEMBELIAN
· Prosedur perintah retur pembelian
Retur pembelian terjadi atas perintah fungsi pembelian kepada fungsi pengiriman untuk mengirimkan kembali barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan kepada pemasok yang bersangkutan.
· Prosedur pengiriman barang ke pemasok
Fungsi penermaan mengirimkan barang kepada pemasok sesuai dengan perintah retur pembelian yang tercantum dalam memo debit dan membuat laporan pengiriman barang untuk transaksi retur pembelian tersebut.
· Prosedur pencatatan utang
Fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan retur pembelain dan menyelengarakan pencatatan berkurangnya utang dalam kartu utang atau mengarsipkan dokumen memo debit sebagai pengurang utang
UNSUR PENGENDALIAN INTERN
1. Organisasi
· Fungsi pembelian harus terpisah dai fungsi akutansi
· Transaksi retur pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi pembelian, fungsi pengiriman, fungsi pencatat utang dan fungsi akuntansi yang lain
2. Sistem otorisasi dan Prosedur Pencatatan
· Memo debit untuk retur pembelian diotorisasi oelh fungsi pembelian
· Laporan pengiriman barang untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi penerimaan
· Pencatatn berkurangnya utang karena retur pembelian didasarkan pada memo debit yang didukung dengan laporan pengiriman barang
· Pencatatan ke dalam jurnal umum diotorisasi oleh fungsi akuntansi
3. Praktik yang sehat
· Memo debit untuk retur pembelian bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggungjawabkan oleh fungsi pembelian
· Laporan pengiriman barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertnggung jawabkan oleh fungsi pengiriman
· Catatan yang berfungsi sebagai buku pembantu uang secara periodik direkonsiliasi dengan rekening control utang dalam buku besar
PROSEDUR PENCATATAN UTANG
Ada dua metode pencatatan utang yaitu account payable procedure dan voucher payable procedure, yang masing-masing dijelaskan sebagai berikut :
1. Account Payable Procedure
Catatan utang adalah berupa kartu utang yang diselenggarakan untuk setiap kreditur, yang memperlihatkan catatn mengenai nomor faktur dari pemasok, jumlah yang terutang, jumlah pembayaran dan saldo utang.
Dokumen yang digunakan adalah :
· Faktur dari pemasok
· Kuitansi tanda terima uang yang ditandatangani oleh pemasok atau tembusan surat pemberitahuan yang dikirim ke pemasok, yang berisi ketersngan untuk apa pembayaran tersebut dilakukan
Catatan yang digunakan adalah :
a. Kartu utang, yang digunakan untuk mencatat mutasi dan slado utang kepaada tiap-tiap kreditur
b. urnal pembelian, digunakan untuk mencatat transaksi pembelian
c. Jurnal pengeluaran kas, digunakan untuk mencatat transaksi pembayaran utang dan pengeluaran kas yang lain.

Prosedur pencatatan utang sebagai berikut :
                        Pada saat faktur dari pemasok telah disetujui untuk dibayar :
a. Faktur dari pemasok dicatat dalam jurnal pembelian
b. Informasi dalam jurnal pembelian kemudian di-posting ke dalam kartu utang yang diselenggarakan untuk setiap kreditur
Pada saat jumah dalam faktur dibayar :
a. Cek dicatat dalam jumlah pengeluaran kas
b. Informasi dalam jurnal pengeluaran kas yang bersangkutan dengan pembayaran utang di posting ke dalam kartu utang
2. Voucher Payable Procedure
Dalam prosedur ini tidak diselenggarakan kartu utang namun digunakan arsip voucher yang disimpan dalam arsip menurut abjad atau menurut tanggal jatuh temponya.
Dokumen yang digunakan :
· Bukti kas keluar atau kombinasi bukti kas keluar dan cek, bukti kas keluar ini merupakan formulir pokok dalam voucher payable procedure. Formulir ini mempunyai 3 fungsi yaitu sebagaisurat perintas kepada bagian kas untuk melakukan pengeluaran kas sejumlah yang tercantum di dalamnya,sebagai pemberitahuan kepada kreditor mengenai tujuan pembayarannya dan sebagai media untuk dasar pencatatan utang dan persediaan distribusi lain.

Catatan akuntansi yang digunakan adalah register bukti kas keluar dan register cek.
Prosedur pencatatan utang dapat dibagi sebagai berikut :
a. One-Time Voucher Procedure
Dalam prosedur ini, untuk setiap faktur dari pemasok dibuatkan satu set voucher
b. Buil Up Voucher Procedure
Dalam procedure ini, satu set voucher dapat digunakan untuk menampung lebih dari satu faktur dari pemasok
DISTRIBUSI PEMBELIAN
Ditribusi pembelian ini menyangkut peringkasan pendebitan yang timbul dari transaksi pembelian dan pembayarannya untuk menyusun laporan dan pencatatan dalam jurnal. Hampir semua debit dari transaksi pembelian bersumber dari register bukti kas keluar atau jurnal pembelian, atau dari distribusi faktur yang diterima dari pemasok.
METODE DISTRIBUSI PEMBELIAN
Ada 5 metode, yaitu :
1. Metode Jurnal Berkolom atau metode spread sheet
2. Metode rekening berkolom
3. Metode rekening tunggal
4. Metode tiket tunggal
5. Metode distribusi dengan computer

SUMBER :
Mulyadi.2004. Sistem Akuntansi.Bab Sistem Akuntansi Pembelian dan Sistem Akuntansi Hutang. Halaman 299-372
http://www.jtanzilco.com/main/index.php/component/content/article/1-kap-news/164-sistem-kuntansipembelian